bimBY
Bimby…. Aku mengenalmu disaat engkau terluka dalam sebuah luka yang mendalam, luka karena sebuah dusta yang telah menggores separuh sisi hatimu, hingga engkau merasa tersingkir, terasing dan terbuang. Lukamu hampir membusuk hingga berubah jadi dendam yang terpendam. Bimby………. Aku mengenalmu disaat derap langkahmu memburu sosok sebuah bayangan yang nampak samar – samar dalam pandanganmu. sosok sempurna yang diharap mampu menjadi bagian dari desah nafasmu.
Malam itu di atas bukit kecil, Aku dan engkau sama – sama terlentang diatas rerumputan yang sedikit lembab sambil menatap indahnya langit malam hari yang bertebarkan ribuan bintang. Suara paraumu dipenuhi kata – kata terdengar getir, menguntai dan mengurai cerita dengan tiada henti. Ceritamu penuh kesedihan yang teramat pedih untuk didengarkan. Deretan Tragedy yang mengharu biru terus terjadi dalam perjalanan hidupmu, seolah – olah penderitaan itu bagian dari hidupmu dan mungkin akan menjadi kisah selama hidupmu. Aku tak mampu lagi untuk memotong setiap kalimat yang engkau lontarkan, karena ku ingin engkau merasa puas, lepas dan bebas dengan segala beban yang mendekap dalam kisahmu selama ini. Sengaja ku biarkan airmatamu terus mengalir, karena kuingin airmata itu membasuh segala derita yang engkau alami.
Bimby…. Tahu kah engkau ? Kita sama - sama sedang terluka, lukaku karena sebuah jeratan janji kesetiaan, janji itu membuatku terasa mengikat kedua kaki ini, hingga tidak leluasa lagi untuk melangkah. Terkadang lelah menghampiriku untuk membantu membuka jeratan itu, tapi aku tetap berusaha untuk membiarkan kaki ini terikat meskipun sesungguhnya berat. karena kuingin jeratan ini lepas dengan sendirinya tanpa bantuan siapapun. Bimby…. Aku dan engkau sama – sama terikat, dan kita tidak mampu untuk melepas ikatan masing – masing. Karena tiada keinginan kita untuk melepasnya. Aku tahu engkau menderita dan tersiksa karena ikatan itu juga, tapi tak ada niat ku untuk mencoba melepas ikatan mu.
Bimby…. Setelah aku mendengar dan tahu tentang kisah getir dalam hidupmu, timbul rasa simpati dalam diri ini keinginan untuk lebih dekat, agar aku bisa menjaga langkah kakimu menuju kejalan yang ingin engkau tempuh dengan benar. Jalan gemilang menuju esok yang cemerlang. Aku tak akan membiarkan luka dusta mendera hatimu lagi, karena kutahu betapa sakitnya didustai orang yang kita sayangi. harapku kedua mata ini tetap bisa melihat lekukan bibirmu terus tersenyum dengan tulus dan tanpa beban lagi.
tO bE cONtinued……………………………
Cinta tidak selalu hadir dalam pandangan pertama, tapi terkadang cinta hadir karena taqdir. taqdir akan menjemput dan membawa kita ke dalam sebuah cinta yang penuh tanda tanya. Aku melihatmu dalam keremangan malam diantara hiruk pikuk keramaian suasana, tak ada keistimewaan yang nampak dalam dirimu saat itu, hampir tak ada keinginan untuk mengenalmu atau pun sekedar untuk berbagi cerita. Tapi taqdir membisikan kata lain engkau adalah sesuatu yang berbeda diantara yang sudah ada, engkau adalah kilauan yang berbinar diantara bintang - bintang yang benderang. Ternyata tanpa kusadari engkaulah yang layak untuk menjadi mahkota hatiku.
Desiran angin musim semi hempaskan dedaunan yang mulai layu dan mengering dari ujung ranting yang merapuh. hamparan buih putih nampak saling bersahutan terbawa liukan gelombang menghampiri tepi pantai hempaskan butiran pasir. Seakan menyambut langkah kita menuju jejak waktu yang tersisa untuk mengarungi arus kehidupan bersama dalam satu tujuan. Akhirnya dipenghujung tahun 2006 dibulan november, kita melangkah dengan derap yang seirama, melaju menuju angan yang terbuang, menggapai mimpi yang menghilang, untuk menjemput esok yang gemilang. bimby……. senda gurau, derai tawa serta rinai airmata bahagia kini merupakan bagian dari keseharian kita, menghiasi lembaran – lembaran baru yang masih kosong.
Aku selalu merindukanmu setiap saat, setiap hembusan nafas – nafasku, rindu akan senyummu, rindu akan indahnya bola matamu, rindu akan cerita – ceritamu yang sering engkau ungkapkan dahulu. Bimby… tahukah engkau ? aku selalu mengingat saat – saat kita berdua bercerita diatas bukit kecil itu, satu hal yang masih jelas diingatanku saat kau menyuruhku “make a wish” disaat bintang jatuh dari ketinggian sana. Tahukah engkau apa yang ku pinta ? “ ya Tuhan dekatkanlah selalu aku bersamanya (bersamamu)” . dan ternyata permintaan itu terkabul, aku benar – benar dekat denganmu hingga kini.
Putaran waktu kian melaju tanpa jeda sedetikpun, tidak terasa setahun sudah engkau bersamaku. Temani mimpi – mimpi indahku dikala terlelap tidur, menjaga tidurku hingga fajar mekar merekah, Senyummu selalu mengembang tatkala mataku terlepas dari pejaman. Hari – hariku kini penuh warna deretan peristiwa yang layak untuk aku curahkan dalam sebuah kanpas lukisan dengan berbingkai emas. Bersamamu aku bangga, bersamamu aku bahagia.
to be continued……………….
Pagi kembali menyapa dengan ramah, tersenyum merekah penuh pesona biaskan kesetiaanya. Butiran embun yang masih mendekap erat diantara rerumputan pun, berbinar secerah mentari, menyambut sapaan pagi dengan sentuhan yang menyejukan. Bimby….. kini aku kembali mengulas kisah hidupmu, kisah cinta bermuka dusta dan kisah dusta bermuka cinta. Bimby…… sesungguhnya cinta dan dusta selalu berjalan berdampingan, mereka adalah dua sisi yang saling bertautan. andaikan engkau mengerti akan makna ini tentunya engkau akan tahu arti sesungguhnya tentang cinta. Andaikan engkau menyadari bahwa diantara cinta pasti akan ada dusta begitu juga sebaliknya adanya dusta pasti dikarenakan cinta. Jangan biarkan cinta yang sedang mengembang engkau pangkas dengan paksa, karena itu akan melayukan cintamu dengan pedih. Bimby………. Renungkanlah dengan hatimu, mana cinta yang sesungguhnya dusta, dengan dusta yang sesungguhnya cinta. Karena Itu akan mengajarimu bersikap dewasa…. karena itu akan mematangkan akal jiwamu.
Harap cemasku kini menjadi kenyataan yang memilukan, kisah kelam masa lalumu masih menyatu dalam derasnya aliran darahmu, kisah kelam yang menjadi bayangan dalam cermin hidupmu. karena masa lalu cinta yang berjubahkan dusta engkau lukai hari esokmu. hari – harimu selalu menyamakan tingginya cinta pada semua orang, engkau pandang rata tanpa ada perbedaan ketinggian. Bimby…………………… engkau masih terlalu hijau untuk mengerti tentang hidup. Aku tidak mau kuntum bunga yang akan mekar menjadi gugur karena ketidak mengertianmu untuk merawatnya. Bimby……….ku ingin kuntum bunga itu mekar dengan aroma yang mengharumkan sukmaku, biarkan kelopaknya merekah sepanjang waktu. Engkau tidak akan pernah tahu jika engkau tidak mau tahu akan arti hidup, akan arti cinta yang sebenar – benarnya cinta. Bimby……….Aku mencintaimu seperti aku mencintai diriku sendiri, jadi jangan pernah engkau renggut rasa hatiku karena kekerasan hatimu. Jangan bebani cintaku dengan kerasnya hatimu.
Masih dalam hitungan tahun, kebersamaan tiada selamanya indah. Pancaran keelokan hatimu tidak seterang pancaran ragamu. Bimby…… Sekeras apa pun baja masih bisa untuk dilumerkan, sekeras apapun batu masih mampu dikikis dengan tetesan air yang menjatuhinya. Bimby……….. akankah kerasnya hatimu mampu dilunakkan ? kata terulang sama, janji beringkar janji tak ada yang ditepati. Hunusan samurai masih terkalahkan dengan tajamnya kata perkata yang menyeruak dari mulutmu. Setiap baris kata – katamu mampu mengiris jiwa perasaanku. JANGAN BIARKAN CAHAYA ITU MEREDUP SEKEJAP PUN, KARENA KU TAK BISA MERABA DALAM LANGKAH.
to bE coNtinuEd…………………………………..

ingin rasanya hati ini menangis lantaran melihat teman ku sedih seperti itu ……
penuh penderitaan yang teramat sangat dalam sekali
tapi aku salut buangetttt
lanjutkan lah bakat terpendam mu ini
wiwin said this on October 31, 2007 at 6:33 am
kereeeeeeeeeeeeeeennn….
lanjutkan dunkx ceritanyaaa….
kHuPZIE KEDUA said this on October 31, 2007 at 7:46 pm
aduuuh….ded…
pake continue segalaa…
cepatin sambungannya ded…
gw tak sabar nih..
(its so heart warming & touching..i love it…gv me more dunk!!!)
Dinnie said this on November 3, 2007 at 12:15 am
bagus bnget…ded..
aku jadi semakin penasaran ama sambungan nya…
Dinnie said this on November 13, 2007 at 12:18 am
hmmmmm
bis baca smuanya rasanya spechless bro…ok lah..
aAn said this on November 27, 2007 at 9:08 am
“Engkau tidak akan pernah tahu jika engkau tidak mau tahu akan arti hidup, akan arti cinta yang sebenar – benarnya cinta. Bimby……….Aku mencintaimu seperti aku mencintai diriku sendiri, jadi jangan pernah engkau renggut rasa hatiku karena kekerasan hatimu. Jangan bebani cintaku dengan kerasnya hatimu”
kata2 itu bener2 pernah terucap dari mulut seseorang yang saat ini masih sangat berarti dalam hidupku.
aku cuma bisa bilang “Bahagia itu ada ketika kita mencari arti hidup, ketika kita menemukan arti hidup dan ketika kita menikmati arti hidup”…..
hmmmm…keren jg man, di tunggu kelanjutannya….
ato krm ke email gue aja deh…
ntar gue bantu posting di blog gue sendiri atas nama lo,
check my blog : http://ndrick.blogspot.com ato pandiangan.web.id
-ndRick- said this on December 11, 2007 at 12:47 am
hmmmm awalnya keren tapi kok blakangnya dalem ya…..dusta yang sebenarnya cinta and cinta yang sebenarnya dusta…..gue jg stuju dengan kata2 itu karena setiap siapa yg gue cinta pun selalu ada dusta walaupun demi cinta dan kedustaan itu akan menghancurkan cinta…..
Hengky said this on December 11, 2007 at 3:09 am
gilaaaaaa
itu cerita makin seru aja
sengaja banget sich gak di terusin sampai endingnya
bikin orang penasaran aja nich
gilaaa benar2 gilaaa
teman aku yang pada baca sampai bilang ” ini orang hebat banget ngerangkai kata2 nya ”
aku bilang aja sama teman aku , ” emang nich orang kerjaannya ngerangkai bunga , jadi ya sekalian ngerangkai kata2 gitu ”
kabarin kelanjutannya yach ?????
wiwin said this on December 14, 2007 at 1:07 am
love story never end….
its a real liFe
i like uR stoRy
n how Lucky bimbi..
if she has person liKe You….
mieZna said this on December 24, 2007 at 12:31 am
gue tertarik membaca blog lue
gue pengen belajar tentang nulis yang real keluar dari hati……
teruskan ya ceritanya……
ceko said this on December 25, 2007 at 10:18 pm
GREAT!
Gandhi said this on April 1, 2008 at 3:02 pm
btw bimby siapa u?
Syahid Muhammad said this on May 23, 2008 at 12:39 am