biMbY………….. 2nd
Musim penghujan belum berganti, namun kemarau seolah datang dengan cepat menjemput tetesan-tetesan kebahagiaan. Kekeringan merebak. Hatiku gersang. Aliran kasih sayang mulai kerontang. Kebangganku mengenalmu perlahan mulai beringsut surut, pengorbananku yang membanjir terasa semakin mubadzir, jerih payahku tiada berguna tanpa makna. Aku hanya bisa melihat sedikit jernihnya air dalam kubangan lumpur yang tenang. Tahu kah ? sedikit air jernih diatas lumpur itu akan hilang dengan cepat, bila lumpur terjatuhi benda sekecil apapun yang terjerembab kedalamnya. Bimby….. JANGAN BIARKAN KUBANGAN LUMPUR ITU TERKOYAK, AGAR SEDIKIT AIR JERNIH TETAP TENANG DIATASNYA. Maafkan aku bimby….. maafkan untuk jiwaku yang menghilang dari pandanganmu, maafkan untuk pribadiku yang semakin menjauh dari hari-harimu. Aku tahu engkau akan menangis kembali, tapi aku harus tega untuk melakukan ini semuanya. Ku biarkan engkau mengerti dengan sendirinya, membaca semua alur cerita yang terjadi dalam hidupku. Kuharap engkau mengerti dengan hati bukan dengan janji semata yang terurai dari silatan lidahmu. AKU HARAP ENGKAU MENGERTI DENGAN SESUNGGUHNYA BIM………
Bimby……..Saat ini ku ilustrasikan hubungan kita ini seperti potongan-potongan puzzle, itu semua membutuhkan kejelian dan kesabaran untuk menyusunnya kembali hingga terbentuk sebuah hati yang utuh. Akupun melukiskan hubungan kita ini bagai sebuah warna yang kusam semuanya bergradasi abu-abu. Kelabu. Jikalau mau putih hanya engkau yang mampu menggantinya. HANYA ENGKAU. TANPA TANGAN KETIGA YANG MEMBANTU. Karena kuyakin kedua tanganmu bisa melakukannya. BUKAN ORANG LAIN.
Terulang kembali terulang. Ulahmu membuat Mentalku semakin terpental dan terjungkal, kemudian tertekan oleh berbagai macam bentuk ancaman permainan cintamu yang memuakan. Sesungguhnya aku tahu itu permainan konyol yang hanya bisa dimainkan oleh orang-orang dungu yang tidak punya akal dan naluri. KENAPA engkau lakukan ini dihadapanku. Dihadapan orang yang engkau bilang tersayang. Dihadapan orang yang berjuang dengan pontang panting untuk memberimu kasih dan sayang. Permainan ini telah dua kali engkau mainkan, ini semakin menekan jiwa dan hari-hariku. Kenapa engkau dikte hidupku terus menerus bim………….. aku tahu ini hanyalah ancaman yang sewaktu-waktu bisa membebaskan dan melepaskan kasih sayang yang saat ini masih tersisa diantara remuknya hatiku. APAKAH engkau mau aku melepaskannya dan membiarkannya bebas tanpa batas.

sepanjang jalan kupungut patahan romansa yang terjejaki….
kukumpulkan luruhan cahaya dan kutandai jejak Hati…
ku bongkar cuaca, hanya cinta, hanya rasa di hati…
Kau meninggalkan semua dalam remah-remah nurani.
[pengalaman pribadi ya bro? mayan lama jg ya lanjutan BIMBY. jgn berhenti utk menulis bro]
u can check my latest post on http://ndrick.blogspot.com
ndRick said this on April 28, 2008 at 9:44 am
tdnya ak excited pgn ngasih comment,,,tp stlh baca semua nya BENERAN deh jadi speechless!hohohoo huffff
dalem banget bro,, ikut sedih neh ,,, tp salut deh bwt tulisan lo!
Mr Y said this on June 25, 2008 at 2:14 am